Limbah Pustaka

Festival Literasi Pemuda, Karya, dan Aksara Ajak Generasi Muda Purbalingga Peduli Literasi dan Lingkungan

Ketua Ayam Petet

Ketua Ayam Petet

Penulis

Festival Literasi Pemuda, Karya, dan Aksara Ajak Generasi Muda Purbalingga Peduli Literasi dan Lingkungan

Semangat literasi kembali hadir di tengah generasi muda Purbalingga melalui kegiatan Festival Literasi Pemuda, Karya, dan Aksara yang digelar di Gedung Muhammadiyah Purbalingga, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk bertemu, berdiskusi, berkarya, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap dunia literasi dan lingkungan. Festival turut melibatkan kalangan muda, termasuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Mengangkat tema “Peran Generasi Muda dalam Meningkatkan Kepedulian terhadap Literasi dan Lingkungan”, kegiatan ini menegaskan bahwa anak muda memiliki posisi penting sebagai penggerak perubahan di masyarakat.

Generasi muda tidak hanya diharapkan menjadi pembaca dan penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi pencipta karya, penyebar gagasan positif, serta penggerak kepedulian sosial dan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Raden Roro Hendarti, S.Sos., Founder Limbah Pustaka, hadir untuk berbagi pengalaman mengenai perjalanan gerakan literasi yang dipadukan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pengalaman Limbah Pustaka menjadi salah satu contoh bagaimana literasi dapat dikembangkan melalui kegiatan nyata yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Festival juga menghadirkan Siti Nur Maela dari komunitas Comtoz sebagai bagian dari semangat berbagi gagasan dan pengalaman bersama generasi muda.

Tidak hanya berisi diskusi, Festival Literasi Pemuda, Karya, dan Aksara juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik yang membuat suasana literasi semakin hidup. Di antaranya terdapat bazar buku Gramedia serta kegiatan Maca Bareng Gue (MBG) yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk semakin dekat dengan buku dan aktivitas membaca.

Melalui kegiatan ini, literasi diperkenalkan bukan sebagai aktivitas yang membosankan, melainkan sesuatu yang dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan anak muda.

Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi pesan penting dalam festival. Generasi muda diharapkan semakin memahami bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi sampah, memilah limbah, menjaga kebersihan, dan berani mengajak lingkungan sekitar untuk melakukan perubahan positif.

Kolaborasi antargenerasi muda, komunitas, organisasi pelajar, mahasiswa, serta para pegiat literasi diharapkan mampu melahirkan semakin banyak ide dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Purbalingga.

Festival ini sekaligus menjadi ajakan bagi anak muda untuk tidak ragu mengambil peran. Dari membaca dapat lahir pengetahuan, dari pengetahuan tumbuh gagasan, dan dari gagasan dapat tercipta karya serta perubahan.

Mari jadikan generasi muda sebagai generasi yang gemar membaca, berani berkarya, peduli lingkungan, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salam Literasi Lestari
Literasi untuk Kesejahteraan 📚🌱✨💪