Limbah Pustaka •

Ngobrol Santai Soal Sampah dan Halal Bihalal Bersama FORSEPSI, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Peduli Lingkungan

Ketua Ayam Petet

Ketua Ayam Petet

Penulis

Ngobrol Santai Soal Sampah dan Halal Bihalal Bersama FORSEPSI, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Peduli Lingkungan

Jarak bukan menjadi penghalang untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan menjaga silaturahmi. Melalui pertemuan secara daring, Limbah Pustaka dan Bank Sampah Sahabatku Desa Muntang mengikuti kegiatan Ngobrol Santai Soal Sampah sekaligus Halal Bihalal bersama FORSEPSI.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para pegiat dan pengelola bank sampah dari berbagai daerah untuk saling menyapa, bertukar pengalaman, serta memperkuat semangat dalam menjalankan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pembahasan mengenai sampah dikemas dalam suasana santai sehingga peserta dapat saling berbagi cerita mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing. Pengalaman dari satu bank sampah dapat menjadi pengetahuan dan inspirasi bagi bank sampah lainnya dalam mengembangkan kegiatan di lingkungan masyarakat.

Persoalan sampah memang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan masyarakat mulai dari rumah tangga, pengelola bank sampah, komunitas, pemerintah, hingga berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui forum seperti ini, para peserta kembali diingatkan mengenai pentingnya mengelola sampah sejak dari sumbernya. Kebiasaan memilah sampah di rumah menjadi langkah awal yang sangat berarti karena bahan yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali atau disalurkan ke proses daur ulang.

Bagi BS Sahabatku dan Limbah Pustaka, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk terus menambah wawasan. Literasi lingkungan tidak hanya diperoleh dari buku, tetapi juga melalui dialog, pengalaman lapangan, serta proses saling belajar antarpelaku pengelolaan sampah.

Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan Halal Bihalal bersama FORSEPSI. Momentum tersebut mempererat hubungan dan rasa kekeluargaan antarpeserta. Meski berlangsung secara daring, suasana kebersamaan tetap terasa melalui sapaan, percakapan, dan semangat untuk terus menjaga hubungan baik.

Silaturahmi yang terbangun diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi serta jaringan yang semakin kuat. Dengan saling mendukung dan berbagi pengetahuan, gerakan bank sampah dapat terus bertahan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Terima kasih FORSEPSI atas ruang belajar, kebersamaan, dan silaturahmi yang terus terjaga. Semoga semangat untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab semakin luas dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari ngobrol tumbuh pengetahuan, dari silaturahmi tumbuh kekuatan, dan dari kepedulian lahir gerakan untuk lingkungan yang lebih baik.

Salam Literasi Lestari.
Literasi untuk Kesejahteraan. ♻️📚🤝🌱