Limbah Pustaka

'Namanya Juga Proses': Potret di Balik Layar Limbah Pustaka Siapkan Koleksi Buku Baru

Ketua Ayam Petet

Ketua Ayam Petet

Penulis

'Namanya Juga Proses': Potret di Balik Layar Limbah Pustaka Siapkan Koleksi Buku Baru

DESA MUNTANG – Sebuah unggahan media sosial dari komunitas Limbah Pustaka memberikan pandangan di balik layar tentang pekerjaan yang jarang terlihat: persiapan koleksi buku baru.

Melalui serangkaian foto yang dibagikan, terlihat suasana kerja yang fokus dan telaten. Di bawah penerangan sebuah lampu meja, tumpukan buku-buku baru—sebagian besar tampak seperti bacaan anak-anak dengan judul seperti "Mainan Baru Hana" dan "Bermain Menggambar"—disusun rapi.

Di samping tumpukan buku, terlihat lembaran-lembaran stiker label yang siap untuk ditempelkan. Foto-foto ini menangkap momen "pemrosesan" koleksi, sebuah langkah penting sebelum buku-buku tersebut bisa dipinjamkan dan dinikmati oleh para pembaca.

Namun, unggahan ini bukan sekadar laporan inventaris. Caption yang menyertainya sarat akan makna filosofis tentang dedikasi.

"Namanya juga Proses. Jadi Harus Bertahap Untuk Jadi Lebih Baik Lagi," tulis keterangan tersebut.

Pesan ini menyiratkan bahwa setiap langkah, betapapun kecilnya, adalah sebuah tahapan yang harus dilalui dalam upaya untuk terus tumbuh dan memberikan pelayanan yang lebih baik. Potret ini menunjukkan dedikasi para pegiat literasi yang bekerja, bahkan mungkin hingga larut, untuk kemajuan perpustakaan.

Unggahan ini ditutup dengan slogan khas mereka, "Salam Literasi Lestari."